Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan IPTEK Daerah (RIPJ-PID) Kabupaten Batu Bara

Lembaga Riset dan Pengembangan Sumatera Utara (LRPSU) diamanahkan menyusun Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan IPTEK Daerah (RIPJ-PID) Kabupaten Batu Bara yang menyoroti peran ilmu pengetahuan & teknologi dalam mengatasi masalah prioritas pembangunan daerah berbasis potensi dan problem dengan mengangkat ciri khas daerah Kabupaten Batu Bara.
Substansi analisis RIPJ-PID di Kabupaten Batu Bara disusun mencakup potensi sumber daya alam dan ekonomi daerah, kondisi riset dan inovasi, permasalahan pembangunan daerah, tema prioritas riset dan inovasi, tantangan dan peluang riset dan inovasi, analisis kesenjangan kebijakan berbasis bukti, strategi riset dan inovasi, serta peta jalan riset dan inovasi di daerah yang seluruhnya terintegrasi dengan penetapan tema : “PENGUATAN DAYA SAING DAERAH MELALUI RISET DAN INOVASI YANG INKLUSIF BERKELANJUTAN”.
Detail prioritas pengembangan daerah Kabupaten Batu Bara dianalisis sehingga perencanaan dilakukan dengan menimbang komponan real di lapangan, dukungan SDM, anggaran, kebijakan, dan kolaborasi para pihak yang berperan penting dalam pencapaian kongkrit perencanaan pembangunan. RIPJ-PID Tahun 2025 – 2030 tidak disusun secara generik, namun berbasis potensi dan problem di Kabupaten Batu Bara.
Dengan demikian, adanya substansi “Penguatan Daya Saing Daerah” pada kalimat tema prioritas tersebut bertujuan untuk memperoleh sebuah ukuran daya saing daerah yang komprehensif, yang merefleksikan tingkat produktivitas daerah yang dianalisis berdasarkan isu strategis dan prioritas pembangunan di Kabupaten Batu Bara. Daya saing daerah mengadopsi kerangka pengukuran Global Competitiveness Index (GCI) tahun 2020 dari World Economic Forum (WEF). Setiap tahunnya, daya saing daerah Kabupaten Batu Bara akan diukur dari 4 dimensi pembentuk daya saing, yaitu lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem riset dan inovasi. Keempat dimensi tersebut ditopang oleh 12 pilar yang menjadi faktor pendorong daya saing.
Berbagai hasil inovasi yang terhimpun di kabupaten Batu Bara diikutsertakan dalam Penghargaan Pemerintah Terinovatif (Innovative Government Award/IGA) Tahun 2023 karena memiliki bobot kematangan Inovasi yang tinggi mendongkrak kenaikan nilai indeks inovasi daerah Kabupaten Batu Bara sehingga Kabupaten Batu Bara berhasil masuk 5 (lima) besar kategori Daerah Perbatasan Terinovatif. Setelah dilaksanakan verifikasi oleh Dewan Juri, Kabupaten Batu Bara menduduki peringkat 3 (tiga) Nasional berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 400.10.11 6287 Tahun 2023 tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota Tahun 2023 dengan nilai 53,17 yang meningkat dibandingkan tahun 2022 sebesar 42,99. Nilai ini sudah melampaui nilai indeks inovasi daerah Kota Medan sebagai Ibu Kota Provinsi sebesar 44,77.