LRPSU : Pengembangan Teknologi Informasi Geospasial Terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Sumatera Utara Pada Masa Covid-19.

Pentingnya penggunaan informasi geospasial dalam penentuan arah kebijakan pemerintah membuat tinginya permintaan terhadap ketersediaan peta dasar yang berkualitas. LRPSU bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Bapak Sekretaris Yosi Sukmono, S. T serta Ibu Nadira Nuri Auliani dari ESRI (Environmental System Research Institute) Jakarta - Indonesia dan Peneliti Geospasial Bapak Dede Prabowo Wiguna, M. Si, saat diskusi dalam jaringan memaparkan peranan dan kelebihan serta kelemahan penggunaan informasi geospasial dalam pembangunan yang hampir mencakup semua aspek kehidupan seperti mitigasi dan adaptasi bencana alam, pembangunan berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam, reforma agraria, pemetaan desa, pembangunan infrastruktur, penataan ruang, pengembangan smart city, pengelolaan lingkungan dan kehutanan, dan masih banyak lagi. Namun, pandemi Covid -19 membuat restrukturisasi anggaran Pemerintah Provinsi Sumut sehingga hal ini menjadi hambatan terhadap perkembangan pembangunan di Sumatera Utara. Teknologi geospasial telah berkembang pesat dan banyak digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan yang berhubungan dengan lokasi geografis.
Tidak dapat dipungkiri bahwa pemanfaatan data spasial atau juga saat ini dikenal sebagi geospasial saat ini memasuki era yang sangat pesat perkembangannya. Sebanyak Delapan puluh persen informasi yang didapatkan saat ini berhubungan dengan spasial atau komponen geografi. Artinya semua informasi terkait dengan lokasi atau tempat tidak terlepas dari posisi geografis atau data spasial. Geospasial dapat diupdate secara real-time terhadap progress pekerjaan yang dilakukan meskipun jauh dari keterjangkauan secara fisik dengan pemanfaatan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Integrasi data penginderan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) yang merupan komponen utama dalam teknologi geospasial memiliki kemampuan yang sangat baik dalam memvisualisasikan data geospasial berikut atribut-atributnya. Unsur-unsur yang terdapat dipermukaan bumi dapat diuraikan ke dalam bentuk beberapa layer atau coverage data geospasial. Dengan layer ini permukaan bumi dapat direkonstruksi kembali atau dimodelkan dalam bentuk nyata. Salah satu momen terbesar dalam sejarah geospasial adalah peluncuran Google Maps pada tahun 2005 yang membuat teknologi geospasial atau pemetaan tersedia untuk khalayak luas.