Deli Serdang : Kurikulum Merdeka Belajar "Pemanfaatan Teknologi Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Dan Asesment"

Transformasi digital pendidikan bukan sekadar digitalisasi alat, tetapi perubahan menyeluruh terhadap cara belajar, mengajar, dan mewujudkan pembelajaran yang efektif. Untuk mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien membutuhkan strategi pembelajaran yang tepat. Seorang guru, harus mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang baik sehingga mampu mencapai tujuan yang ditetapkan.
Untuk dapat merancang dan melaksanakan pembelajaran dibutuhkan pemahaman terkait strategi mengajar serta penguasaan terhadap media ajar. Pembelajaran yang efektif terlihat dari bagaimana pembelajaran tersebut dapat menjawab kebutuhan siswa, serta tuntutan kemajuan jaman. Pelatihan pemanfaatan teknologi dalam mengajar menjadi hal yang tepat mengingat pendidikan di Indonesia harus dapat menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, terlebih lagi di tengah situasi saat ini yang tidak memungkinkan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka langsung karena merebaknya virus Covid-19. Pemanfaatan teknologi dalam mengajar akan mendorong guru untuk menciptakan proses pembelajaran berbasis teknologi.
Lembaga Riset dan Pengembangan Sumatera Utara (LRPSU) diamanahkan untuk melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Guru yang ada di sekolah SMA Negeri 1 Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Pada kegiatan ini, fasilitator dari LRPSU menjelaskan dengan adanya tugas terbimbing terkait model asesment yang digunakan di Kurikulum Merdeka, yakni model asesment diagnostik, formatif dan sumatif serta contohnya masing - masing. Selain itu, kegunaan teknologi pada Platform Merdeka Mengajar juga dikenalkan pada peserta yang merupakan Guru - guru di SMA Negeri 1 Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.
Asesmen memiliki fungsi yang penting dalam mengetahui kemajuan siswa, hasil belajarnya serta informasi terhadap guru terkait refleksi pembelajaran yang telah dilakukan. Keseluruhan ini bertujuan agar Guru dapat mendiagnosis kebutuhan Pelajar pada pembelajaran. Selanjutnya, hasil asesmen digunakan untuk menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan Pelajar. Pelaksanaannya bersifat formal sehingga membutuhkan perancangan instrumen yang tepat sesuai capaian kompetensi yang diharapkan dari proses pelaksanaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip asesmen. Selanjutnya, setelah mengetahui model asesmen pembelajaran sesuai fungsinya, Guru perlu tahu bagaimana penerapannya.
Pelaksanaannya bersifat formal sehingga membutuhkan perancangan instrumen yang tepat sesuai capaian kompetensi yang diharapkan dari proses pelaksanaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip asesmen. Selanjutnya, setelah mengetahui model asesmen pembelajaran sesuai fungsinya, Guru perlu tahu bagaimana penerapannya. Sejak tahun ajaran 2022/2023, tiap satuan pendidikan akan mulai mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Di Kurikulum ini para pelajar (siswa dan mahasiswa) dapat memilih mata pelajaran/mata kuliah apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya. Kurikulum ini diberikan pada satuan pendidikan sebagai pemulihan pembelajaran. Dengan demikian, tiap satuan pendidikan mempersiapkan perlahan-lahan mempersiapkan diri terkait implementasi Kurikulum Merdeka secara bertahap.