Biodiversity Hutan Sumatera Utara

Riset ini untuk mengetahui informasi biodiversity flora dan fauna di Taman Hutan Raya, (Tahura) Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara pada Maret 2021. Bahan riset dicuplik seluas 1 ha dari jumlah keseluruhan luas yang membentuk persegi berukuran 100 m yang didalamnya dibuat sub-sub plot ukuran 25 m x 25 m sehingga diperoleh 16 sub plot. Kerapatan tegakan pohon dan jumlah jenisnya merupakan salah satu petunjuk kekayaan hayati hutan.
Jenis pohon teridentifikasi yakni altingtingia exelsa, podocarpus, pinus merkusii dengan tegakan yang bervariasi yang disebabkan adanya perbedaan kemampuan pohon memanfaatkan sinar matahari, unsur hara tumbuhan dan air, serta kompetisi antar tanaman. Identifikasi fauna dibuat 8 plot, dibagian dalam dan luar masing - masing 4 plot dengan radius 20 m berbentuk lingkaran. Dengan plot tersebut dilakukan tabulasi fauna yang ditemukan yakni ingerophrynus parvus, dendragama boulengeri, trenggiling, berbagai jenis burung serta satwa yang sudah teridentifikasi sebelumnya. Rapatnya tajuk hutan dengan ketinggian sekitar 17 m - 20 m dalam waktu relatif singkat menjadi kendala untuk mengidentifikasi jenis burung berdasarkan morfologinya (paruh, warna bulu, bentuk kaki).
TAHURA merupakan salah satu bentuk hutan konservasi dimana dalam pengelolaan hutan konservasi memiliki tujuan untuk melestarikan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, yaitu untuk memenuhi fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan, satwa dan ekosistemnya secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya secara optimal, sehingga dapat dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian ilmu pengetahuan, pendidikan penunjang budi daya, budaya wisata alam dan peran serta masyarakat. 
Taman Hutan Raya Berastagi juga berperan dalam menjaga keseimbangan iklim lokal. Keberadaan hutan dapat membantu menyerap karbon, menahan erosi, dan menjaga kestabilan tanah di wilayah pegunungan. Menjaga kawasan seluas ini bukan suatu perkara mudah. Ada banyak tantangan seperti sampah, perambahan, dan kurangnya kesadaran sebagian pengunjung masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Oleh karena itu, Peran dan kolaborasi antara pemerintah, pengelola, masyarakat, dan pengunjung menjadi kunci untuk memastikan kelestarian Taman Hutan Raya Berastagi.