Analisis Kebutuhan Industri Dan Ketenagakerjaan Terhadap Kompetensi SDM Kabupaten Batu Bara

Meningkatnya persaingan dalam dunia usaha menuntut perusahaan bidang industri untuk mengelola manajemen perusahaan secara professional agar mampu meningkatkan laba semaksimal mungkin demi kelangsungan hidup perusahaannya di masa mendatang. Oleh sebab itu, perusahaan membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai keterampilan tinggi serta memiliki peran menghasilkan suatu produk yang unggul dan bermutu sebagai instrumen berkembangnya suatu industri. Peningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi modal pembangunan yang berharga, dan untuk dapat menjadi tenaga kerja yang handal, maka perlu dilakukan berbagai upaya sistematis, terencana, terpadu, berkesinambungan, dan manusiawi yang dapat meningkatkan kompetensi SDM lulusan vokasi.
Era industri 5.0 yang dijalani menjadikan tenaga kerja diposisikan sebagai komoditas, bukan buruh, yang dalam artian semua yang ada pada diri mereka bisa diperjualbelikan termasuk kemampuan kognitif, otak, hingga otot. Pengalaman menjadi fokus utama yang hendak dicapai. Kustomisasi yang tinggi juga menjadi salah satu karakteristiknya. Selain itu, di era industri ini pengalaman interaktif terkait produk serta kembalinya sistem ke tenaga kerja. Pada pertemuan Focus Group Discussion (FGD) melalui kolaborasi riset yang dilakukan LRPSU dan BAPPELITBANGDA (Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah) Kabupaten Batu Bara, paparan proses riset yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui : (1) kualifikasi tenaga kerja yang kompeten terhadap DUDI (Dunia usaha dan Dunia Industri) di Kabupaten Batu Bara, (2) serapan tenaga kerja sesuai angkatan kerja di Kabupaten Batu Bara, dan (3) rancangan standar dan prosedur yang mendukung integrasi pendidikan kejuruan terhadap DUDI di Kabupaten Batu Bara.
Sumber daya manusia (SDM) sebagai tenaga kerja harus bersaing dengan tuntutan menguasai berbagai kompetensi yang dibutuhkan sehingga tercipta serapan kontribusi maksimal untuk kebutuhan DUDI yang terus menerus berkembang. Riset yang dilakukan ini menggunakan data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara serta studi pustaka terhadap 8 fokus industri unggulan di Kabupaten Batu Bara berdasarkan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Tahun 2023 hingga 2043 Kabupaten Batu Bara. Dunia kerja tidak hanya memilih calon tenaga kerja yang mempunyai kompetensi teknis seperti cakap dalam kemampuan akademik (hardskills) saja, tetapi juga sangat memperhatikan kompetensi non teknis berupa nilai - nilai kecakapan lainnya.
Sebanyak 5 orang dari LRPSU yang hadir menyampaikan proses riset yang berlangsung dengan menetapkan subjek riset melalui purposive sampling yakni perusahaan - perusahaan besar dan kecil dari 8 fokus industri unggulan pada RPIK Kabupaten Batu Bara. Proses riset berlangsung sejak bulan Juli tahun 2023 hingga bulan Oktober tahun 2023 dengan salah satu hasil berupa model penyerapan tenaga kerja berdasarkan standar dan prosedur serapan sektor pendidikan untuk DUDI yang sesuai dengan kondisi, karakteristik dan demografi Kabupaten Batu Bara agar tercipta link and match sektor pendidikan kejuruan dengan DUDI sehingga terdapat relevansi atau kesinambungan antara penempuh pendidikan kejuruan dengan DUDI sesuai kebutuhan kompetensi. Setiap daerah memiliki Visi dan Misi guna kemajuan pembangunan daerahnya masing - masing. Visi pembangunan industri Kabupaten Batu Bara tahun 2023 - 2043 yakni "Terwujudnya Industri Berbasis Sumber Daya Lokal Yang Berdaya Saing dan Berwawasan Lingkungan Untuk Mendukung Kesejahteraan dan Kemandirian Masyarakat di Kabupaten Batu Bara". Hal ini menunjukkan Sumber Daya Lokal harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh DUDI.